Sabtu, 22 Juli 2017

Ramuan Tradisional Dayak Mulai Merambah Ke Singapura

id Ramuan Tradisional Dayak Mulai Merambah Ke Singapura , Obat tradisioanal
Ramuan Tradisional Dayak Mulai Merambah Ke Singapura
Salah satu Obat tradisioanal khas dayak yang diperlihatkan (FOTO ANTARA Kalteng/Osten)
Salah satu ramuan tradisional Dayak yang diminati di Singapura yakni Obat Kuat Getah Gambir Siam,"
Palangka Raya,20/5 (Antara) - Ramuan tradisional khas Dayak Kalimantan Tengah sudah mulai dikenal dan diminati masyarakat Singapura, kata Ibu Mariana, seorang pelaku bisnis obat-obatan tradisional Dayak dari Palangka Raya.

"Salah satu ramuan tradisional Dayak yang diminati di Singapura yakni Obat Kuat Getah Gambir Siam,"Kata Mariana kepada Antara saat ditemui di Stand Pemerintah Provinsi Kalteng pada Pameran Kalteng Expo 2013 di Palangka Raya Senin.

Kata Dia, obat kuat Getah Gambir Siam merupakan ramuan khas Dayak Kalteng. Ramuan ini diolah sedemikian rupa dari getah gambir siam yang diambil dari hutan Kalteng.

"Ramuan ini bermanfaat untuk menambah daya tahan alat vital pria saat berhubungan intim dengan pasangannya,"katanya.

Menurut dia ketika ikut Pameran Expo Internasional di Kota Batam Kepulauan Riau Bulan Maret lalu, kebetulan banyak orang Singapura datang dan mencobanya, ternyata beberapa hari yang lalu mereka menelepon dan minta dikirimi lebih banyak lagi.

Kata dia, pembeli dari Singapura tersebut mengakui obat tersebut sangat manjur.

"Kata mereka obatnya bagus, kebetulan teman-temannya juga banyak yang ingin mencoba, makanya kemarin saya baru kirim 50 botol ke Singapura atas permintaan mereka,"lanjutnya.

Selain Getah Gambir Siam, Kalteng ternyata memiliki ramuan Minyak Lintah Tapa. Ramuan yang satu ini juga untuk kepentingan kaum adam.

Menurut Mariana, Minyak Linta sudah banyak digunakan sebagai obat oles untuk memperpanjang alat vital pria. Namun ramuan minyak lintah tapa dari Kalteng memiliki keunggulan tersendiri, sistem pengolahannya juga berbeda dibanding yang ada di daerah lain.

"Minyak Lintah Tapa khas Kalteng diolah dari bahan dasar lintah serta campuran minyak kelapa hijau, buah jarak dan kepala belut putih,"Jelasnya.

Ramuan minyak lintah ini juga cukup laris dipasaran. Menurut Mariana, ramuan ini paling banyak digemari di dalam negeri. Terutama di Jakarta, Surabaya, Batam serta beberapa kota lainnya di Indonesia.

Dikemas dalam botol ukuran 50 ml dan dijual pada kisaran harga Rp50.000,- hingga Rp80.000,- saja, tergantung standar yang berlaku di masing-masing daerah.

Ramuan ini termasuk laris, sehingga pihak produsen sudah mulai membuka cabang distribusi di Jakarta dan Batam. Selanjutnya distributor ramuan ini berasal dari kalangan dokter di Jakarta.

"Dalam sekali mengikuti pameran di berbagai kota, minimal kita bisa menjual sekitar 200 botol minyak lintah Tapa,"ujarnya.

Kendati belum mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan Republik indonesia, Mariana mengaku ramuan tradisional khas Dayak Kalteng ini cukup aman tanpa efek samping.

Hal itu dapat diyakinkan kepada konsumen karena pihaknya menjual produk ini secara terbuka dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Kalteng melalui dinas terkait.

"Sebenarnya kami sedang mengurus izin dari Departemen Kesehatan, proses sedang berjalan,"kata dia.

Dia mengatakan sambil menunggu izin, kami terus menjual karena Pemerintah Provinsi Kalteng selalu menyertakan kami setiap ada pameran-pameran di luar Kalteng.




(T.KR-OSL/B/B008/B008) 

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Baca Juga