Kalteng Optimis 2019 Bebas Rabies

Ilustrasi, Anjing Rabies (Istimewa)

Sampai sekarang kasus rabies di wilayah Kalimantan Tengah memang yang tertinggi, tapi bukan berarti target 2019 bebas rabies tidak bisa tercapai,"
Berita Terkait
Palangka Raya, 17/10 (Antara)- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistin pada 2019 tidak ditemukan lagi kasus rabies di wilayah tersebut sebagai hasil gencarnya kegiatan vaksinasi terhadap hewan anjing.

"Sampai sekarang kasus rabies di wilayah Kalimantan Tengah memang yang tertinggi, tapi bukan berarti target 2019 bebas rabies tidak bisa tercapai, " kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Candra Rahmawan di Palangka Raya.

"Kasus rabies di Kalteng dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan itu menjadi modal untuk mewujudkan bebas rabies di tahun 2019," katanmya.

Dikatakan, kasus rabies di provinsi berjuluk `bumi Tambun Bungai` itu di tahun 2012 mencapai 115 kasus terjadi dan hanya berada di sembilan kabupaten/kota.

Sedangkan dari Januari-September 2013 sebanyak 40 kasus, dimana Palangka Raya terdapat 18, Kabupaten Gunung Mas delapan kasus, Pulang Pisau lima kasus, Kapuas tiga kasus, Barito Timur tiga kasus, Barito Selatan dua kasus dan Seruyan satu kasus.

"Penurunan kasus terkena penyakit rabies itu berkat kerja keras Kabupaten/kota yang tidak henti-hentinya melakukan suntik rabies terhadap anjing milik masyarakat," kata Chandra.

Untuk mengatasi penyakit rabies di Kalteng pihaknya sudah memberikan vaksin. Dimana Januari-September 2013 saja realisasi vaksinasi rabies di Bumi Tambun Bungai berjumlah 11 ribu dari 30 ribu yang tersedia.

"Waktu yang tersedia tersisa beberapa bulan lagi tapi kami optimis bisa merealisasikan vaksin rabies mencapai 100 persen hingga akhir tahun 2013," kata Kabid di Dispertanak Kalteng itu.

Ia mengatakan ada 11 ribu vaksin rabies tersebut tersebar di Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Gunung Mas, Barito Selatan, Lamandau, Kapuas, Murung Raya, Kotawaringin Timur.

Sedangkan meralisasikan vaksin rabies, saat ini mengalami beberapa kendala seperti kurangnya tenaga do lapangan untuk melakukan vaksinasi, dan kurangnya bantuan dari pemilik hewan.

"Hewan anjing itukan liar dan sulit ditangkap. Jadi, pas akan dilakukan suntik vaksinasi pemiliknya tidak mau menangkap. Itu yang membuat kami kesulitan," kata Chandra.



(U.KR-JWM/C/N001/N001)

Editor: Ronny
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakalteng.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar