Muara Teweh, 23/10 (Antara) - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, periode Januari-September 2013 mencapai Rp24,9 miliar atau 101,77 persen dari target tahun 2013 sebesar Rp24,5 miliar.

"Realisasi PAD itu dari empat sumber pendapatan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Barito Utara, Kalmanius KW di Muara Teweh, Rabu.

Ia mengatakan sumber PAD tersebut berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Hingga triwulan ketiga 2013, realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp3,32 miliar atau 120,85 persen dari target Rp2,75 miliar. Realisasi penerimaan retribusi daerah mencapai Rp11,1 miliar (107,57 persen dari target Rp10,3 miliar) dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp3,6 miliar atau 102,89 persen dari target Rp3,5 miliar.

"Untuk lain-lain PAD yang sah mencapai Rp6,87 miliar atau 87,03 persen dari target Rp7,8 miliar lebih," kata Kalmanius didampingi Kepala Bidang Pendapatan, Rini Hastuti.

Menurut dia, untuk memaksimalkan PAD, petugas di lapangan terus melakukan jemput bola terhadap objek pajak, dan para wajib pajak diminta kesadarannya membayar.

"Kami optimistis hingga akhir tahun anggaran, realisasi semua pos penerimaan akan melebihi target," katanya.

Bupati Barito Utara, Nadalsyah meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah kabupaten memiliki komitmen tinggi untuk mencapai target PAD tersebut.

"Tekad kita adalah mencapai PAD sampai dengan akhir tahun sebesar lebih dari 100 persen. Ini membutuhkan strategi tepat dan komitmen tinggi dari semua pihak terkait," katanya.

Menurut dia, strategi pencapaian target itu mengacu kepada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi serta optimalisasi semua sumber penerimaan.

Semua instansi diharapkan terlibat dalam proses perencanaan anggaran sehingga target PAD dapat tercapai bahkan lebih. "Target penerimaan tidak semata-mata merupakan keinginan dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) sebagai pengelola bidang PAD tapi semua pihak," katanya.

Menurut dia, realisasi PAD akan tergantung pada keberhasilan penggalangan dukungan. Selain itu, motivasi dan informasi efektif melalui koordinasi instansi teknis, penyuluhan/sosialisasi, publikasi, pendataan dan penagihan kepada wajib pajak.

"Jadi semua pihak harus berkomitmen merealisasikan rencana target yang telah ditetapkan itu," kata Nadalsyah.



(T.K009/B/A039/A039)

Editor: Ronny
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakalteng.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar