Kamis, 23 Februari 2017

Waduh! Cabai Keriting Tiba-tiba Melejit Harganya di Seruyan

id seruyan, harga cabai keriting, cabai keriting, harga cabai keriting di seruyan
Waduh! Cabai Keriting Tiba-tiba Melejit Harganya di Seruyan
Ilustrasi (istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Harga cabai keriting di sejumlah pasar tradisional di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah tiba-tiba melejit tinggi di akhir tahun.

Dari pantauan di Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang, Sabtu, harga cabai keriting yang sebelumnya berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, naik menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang Erni (42) mengatakan, kenaikan harga cabai keriting sudah terjadi sejak empat hari terakhir, dan hal itu disebabkan karena minimnya pasokan cabai keriting yang berasal dari Pulau Jawa.

"Informasi yang kita terima banyak lahan pertanian di Jawa banjir sehingga harga melonjak," katanya.

Selain cabai keriting, harga beberapa komoditas lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp28 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Kemudian tomat dari harga Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu per kilogram, lalu telur ayam dari Rp43 ribu per sap naik menjadi Rp45 ribu per sap.

Menurutnya, harga berbagai komoditas di pasar tradisional Kuala Pembuang sangat fluktuatif, karena secara umum pasokan berbagai komoditas masih bergantung dari Pulau Jawa.

"Ketika pasokan dari Pulau Jawa minim dan harganya juga sudah tinggi, maka terpaksa harga jual di pasar pun jadi tinggi," katanya.

Ia berharap, kenaikan harga ini tidak berlangsung lama dan segera kembali normal, karena biasanya apabila kenaikan harga berlangsung lama maka akan menyebabkan penurunan daya beli konsumen.

"Kalau penurunan harga nanti terjadi secara dratis terjadi maka pedagang akan rugi," katanya.

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga