Kamis, 27 Juli 2017

SLBN Seruyan Butuh Ruang Belajar Khusus

id SLBN Seruyan, SLBN Seruyan Butuh Ruang Belajar Khusus
SLBN Seruyan Butuh Ruang Belajar Khusus
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Masdulhaq memimpin rapat kalender pendidikan tahun 2017/2018 di Muara Teweh, Kamis.(Istimewa)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Sekolah Luar Biasa Negeri I Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah membutuhkan ruang belajar khusus bagi masing-masing penyandang disabilitas di daerah itu.

"Kami sangat membutuhkan ruangan belajar khusus untuk masing-masing penyandang disabilitas," kata Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB) Negeri I Seruyan Jago di Kuala Pembuang, Kamis.

Ia menjelaskan, secara umum proses belajar anak-anak penyandang disabilitas di SLB Negeri I Seruyan, namun karena belum adanya ruang belajar khusus, akhirnya proses belajar siswa masih tergabung dalam satu ruangan yang diisi siswa penyandang tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, tuna daksa, dan tuna grahita.

"Idealnya, masing-masing jenis penyandang disabilitas punya ruang belajar tersendiri sehingga guru pengajar bisa jauh lebih fokus memberikan pembelajaran," katanya.

Selain kekurangan fasilitas ruang belajar, SLB Negeri I Seruyan juga masih kekurangan tenaga pengajar, khususnya untuk tuna netra. Tenaga guru lulusan SLB yang tersedia pada masing-masing bidang atau keahliannya, baru ada guru bagi siswa penyandang tuna rungu, tuna daksa, tuna daksa dan tuna grahita.

"Kami berharap pemerintah daerah untuk membenahi kekurangan yang ada. Baik untuk fasilitas dan tenaga guru sehingga proses pembelajaran di SLB dapat semakin baik," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri I Seruyan mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.

"SLB Negeri I Seruyan saat ini memiliki 30 siswa. Jumlah itu meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya, yang hanya 20 siswa," katanya.

Dari 30 siswa SLB itu merupakan anak berkebutuhan khusus dari penyandang tuna rungu, tuna netra, tuna daksa dan tuna grahita.

Peningkatan jumlah siswa berkebutuhan khusus menunjukkan bahwa masyarakat khususnya orang tua sudah mulai memiliki kesadaran tentang arti pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus.

"Karena sudah seharusnya anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan sebagaimana anak normal lainnya," katanya.

Editor: Rachmat Hidayat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga