Selasa, 25 Juli 2017

"Pameran Bayangan", Pelaksanaan Kalteng Quality Expo di Sampit Menuai Protes

id Kalteng Quality Expo Menuai Protes, Pelaksanaan Kalteng Quality Expo Menuai Protes, Karena Adanya Pameran Bayangan
Foto Ilustrasi (pameladewi.wordpress.com)
...Kami menyebut itu pameran bayangan karena di luar kesepakatan. Ini merugikan,"
Sampit (Antara Kalteng) - Belum lagi dimulai "Kalteng Quality Expo 2017" yang dilaksanakan di Stadion 29 November Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, menuai protes dari "event organizer" yang digandeng sebagai pelaksana.

"Kami kaget karena dua hari lalu berdiri puluhan tenda di halaman gedung THR, padahal saat rapat yang dihadiri Asisten III dan Wakil Bupati HM Taufiq Mukri, disepakati lokasi itu untuk tempat parkir sehingga tidak ada parkir di jalan. Kami menyebut itu pameran bayangan karena di luar kesepakatan. Ini merugikan," kata Direktur Utama PT Putra Rafi Kreasi, Endang Harianto di Sampit, Kamis.

Pria yang akrab disapa Dadang Nekad ini sudah membuat surat protes kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jika arena pameran bayangan itu tidak dibubarkan, Dadang mengancam akan mengundurkan diri dan membongkar semua tenda mereka di areal Stadion 29 November Sampit yang digunakan untuk Kalteng Quality Expo 2017.

Kalteng Quality Expo 2017 digelar memeriahkan Hari Jadi ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah yang tahun ini dipusatkan di Sampit. Event organizer yang dikelola Dadang dipercaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk melaksanakan Kalteng Quality Expo 2017.

Dadang menilai, adanya "pameran bayangan" itu membuat banyak peserta enggan menempati tenda stan yang sudah disiapkannya di arena Kalteng Quality Expo 2017. Stan di lokasi outdor yang disiapkan 117 tenda, hingga kini terisi belum sampai 50 tenda, sedangkan stan indoor yang berjumlah 88 tenda, masih ada 19 tenda yang belum terisi.

Pria yang juga dikenal sebagai musisi itu mengaku, pihaknya sejak awal sudah menyatakan akan mengakomodasi pelaku usaha kecil. Pengusaha lokal Kotawaringin Timur yang ingin menyewa stan hanya dikenakan biaya 30 persen dari harga normal. Bahkan pihaknya menggratiskan pedagang kaki lima yang ingin berjualan di lokasi yang sudah ditentukan.

"Kami lihat mereka yang mengisi di "pameran bayangan" itu juga sebagian bukan dari Sampit. Seharusnya sejak awal kami dikasih tahu sehingga bisa menjadi pertimbangan kami," kata Dadang.

Kalteng Quality Expo 2017 akan dibuka pada Jumat (19/5) malam dan ditutup usai peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Mei nanti. Dadang berharap pemerintah daerah mematuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya dengan tidak mengakomodasi "pameran bayangan".

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotawaringin Timur Mudjiono membantah adanya "pameran bayangan". Menurutnya, berdirinya puluhan tenda di lokasi THR merupakan upaya pemerintah daerah menampung pengusaha kecil, sekaligus melokalisasu agar tidak ada yang berjualan sembarangan.

Pemerintah daerah memutuskan mengizinkan pendirian puluhan tenda itu karena banyak pedagang kecil yang mengadu kepada bupati bahwa mereka ingin ikut berjualan. Dengan pertimbangan itulah, akhirnya diberikan izin kepada pelaku usaha kecil mendirikan tenda di halaman gedung THR yang berada di seberang Stadion 29 November Sampit.

"Ironis juga kalau pelaku usaha kecil kita tidak bisa ikut berjualan padahal kegiatannya dilaksanakan di daerah kita. Kalau alasan EO (event organizer) merugi, itu berarti manajemen usaha mereka yang perlu dievaluasi kenapa sampai rugi. Yang terjadi saat Sampit Expo 2017 di lokasi yang sama pada bulan lalu, seharusnya dievaluasi dan dijadikan pelajaran," kata Mudjiono.

Dia berharap Kalteng Quality Expo 2017 berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua pihak. Dia yakin masalah ini bisa diselesaikan semua pihak dengan sama-sama beriktikad baik dan mengedepankan kepentingan orang banyak. 

Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga