Pelaku Pembunuh Wahyu Priyanto Bertambah Satu Orang?

id pembunuh Wahyu Priyanto, polres palangka raya, wahyu priyanto

Acing (17) yang menggunakan rompi orange memperagakan cara menusuk Wahyu Priyanto (18) yang di gantikan oleh Brigadir Eka saat melakukan rekonstruksi di Komplek Perumahan Betang, Selasa (16/5/2017). (Foto Antara Kalteng/Abow)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Kepolisian Resort Kota Palangka Raya usai melakukan rekrontruksi kasus penganiayaan hingga mengakibatkan Wahyu Priyanto meninggal dunia yang dilakukan Acing (17), ternyata bertambah.
 
Pelaku tambahan dalam kasus tersebut adalah Juniardi (17) yang tak lain adalah rekan Acing yang pada saat kejadian juga melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Juniar mulanya kita jadikan saksi dalam perkara tersebut, kemudian setelah berkoordinasi dengan kejaksaan setelah rekonstruksi. Juniardi lah yang pertama kali memukul wajah korban hingga perkara tersebut terjadi," Kapolres Palangka Raya AKBP Lili warli melalui Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono, di Palangka Raya, Jumat.
 
Dijelaskan Ismanto, Juniardi juga sempat memegang senjata tajam milik acing yang dititipkan Acing kepadanya. Maksud dititipkannya senjata tajam bertujuan jangan sampai dirinya khilaf dan sampai melukai korban.

"Sebelum terjadi perkelahian, Acing mengambil senjata tajamnya yang dipegang oleh Juniardi. Tak lama perkelahian terjadi, senjata tajam yang dibawa Acing ditusukkan ke bagian tubuh korban beberapa kali," katanya.

Polisi segera menahan Juniardi ketika yang bersangkutan melakukan wajib lapor di Polres setempat. 

Baca: - Ini 17 Adegan Acing Habisi Nyawa Wahyu Priyanto

Saat ini juga Juniardi yang tercatat sebagai pelajar SMA Negeri di Palangka Raya itu sudah mendekam di rutan Polres setempat. Pasal yang diberikan 338 subsider 351 ayat (3) junto KUHP 55 tentang undang-undang sistem peradilan anak, ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

"Seandainya saja Juniardi tidak memulai pemukulan terhadap korban, tentu suasana panas saat itu tidak bakalan terjadi. Karena ulahnya itulah kejadian tersebut terjadi serta hingga Acing yang memiliki permasalahan dengan korban berkelahi," demikian Ismanto.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar