Rabu, 20 September 2017

Keren! Kodim Sampit Tanamkan Bela Negara Sejak Dini

id kodim sampit, Lily Putra Yasa, Kodim Sampit Tanamkan Bela Negara Sejak Dini
Keren! Kodim Sampit Tanamkan Bela Negara Sejak Dini
Dandim 1015 Sampit Letkol Inf I Gede Putra Yasa dan istri, Lily Putra Yasa, berfoto dengan sejumlah murid saat pelepasan murid TK Kartika XVII-21 dan TK Kartika XVII-22, Jumat (19/5/2017). (Foto Antara Kalteng/Norjani)
Sampit (Antara Kalteng) - Kodim 1015 Sampit Kalimantan Tengah melakukan berbagai cara untuk menanamkan bela negara kepada anak sejak dini, salah satunya melalui pendidikan anak usia dini di sekolah di bawah binaan mereka.

"Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan bela negara kepada anak-anak sejak dini sehingga ketika besar mereka akan menjadi orang yang sangat mencintai negaranya. Ini penting agar sejak kecil anak-anak kita sudah memiliki kecintaan yang besar terhadap tanah air," kata Ketua Yayasan Kartika Jaya XVII Koordinator 41 Sampit, Lily Putra Yasa di Sampit, Jumat.

Yayasan Kartika Jaya XVII Koordinator 41 Sampit membina dua Taman Kanak-Kanak yakni TK Kartika XVII-21 dan TK Kartika XVII-22. Hari ini TK Kartika XVII-21 melepas 22 siswa dan TK Kartika XVII-22 melepas 50 siswa yang lulus.

TK Kartika memang menekankan cinta tanah air kepada murid mereka. Pengetahuan tentang bela negara dimasukkan dalam berbagai materi pelajaran dan tahapan-tahapan proses kegiatan di sekolah.

Setiap hari, murid diperdengarkan lagu perjuangan dan menghafalkannya. Murid juga mengikuti apel pagi dan berdoa sebelum belajar untuk membentuk kepribadian yang kuat, santun dan bertakwa.

Murid diajarkan tentang sejarah pahlawan bangsa supaya mereka mengetahui dan dapat meniru. Mereka juga diajarkan tentang etika berbicara kepada teman, orangtua, guru dan lainnya.

Murid juga mengikuti berbagai ekstrakurikuler atau parenting. Setiap bulan, murid mengikuti darma wisata yakni berwisata sambil belajar ke sejumlah instansi seperti TNI, Polri, Pemadam Kebakaran dan Badan SAR Nasional. Mereka dikenalkan dengan senjata, peralatan pertolongan bencana, hingga alat peraga aturan berlalu lintas.

Pengetahuan tentang memasak dan menyajikan masakan juga diajarkan agar anak mandiri sehingga mereka menjadi anak hebat. Anak-anak juga mengikuti "outbond" khusus anak yang mengajarkan ketangkasan, kecakapan, ketegasan dan keberanian dalam kaitannya dengan negara.

"Kami juga tidak melupakan tentang iman dan ketakwaan karena itu sangat penting. Murid yang beragama Islam diajari praktik shalat dan menghafal surah-surah pendek. Begitu juga murid beragama lainnya yang diajari oleh guru masing-masing agama," kata Lily yang merupakan istri Komandan Kodim 1015 Sampit Letkol Inf I Gede Putra Yasa.

Pendidikan usia dini yang dibina Yayasan Kartika Jaya XVII Koordinator 41 Sampit tidak hanya untuk anak anggota TNI, tetapi juga menerima murid anak dari penduduk sipil. Bahkan, 80 persen murid merupakan anak warga umum.

Menanamkan cinta tanah air dan bela negara kepada anak sejak dini sangat penting agar nasionalisme tertanam di jiwa mereka. Harapannya, generasi penerus inilah yang nantinya membela negara dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor: Rachmat Hidayat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga