Jumat, 20 Oktober 2017

Petugas Terus Buru Napi Anak Lapas Muara Teweh

id Lapas Muara Teweh, napi lapas, narapidana anak, Petugas Terus Buru Napi Anak Lapas Muara Teweh, barito utara
Petugas Terus Buru Napi Anak Lapas Muara Teweh
Ilustrasi - (Istimewa)
Kita juga meminta ke pihak keluarganya untuk membantu dalam hal ini,"
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Petugas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Muara Teweh dan polisi setempat masih melakukan pengejaran terhadap narapidana anak, Nughi Andayani (17), yang kabur dari lapas setempat pada Kamis (10/8) siang.

"Saat ini tim dari petugas pemasyarakatan kita kerahkan untuk melacak keberadaan Nughi yang terakhir mengenakan kaos hitam dan celana pendek hitam. Pengejaran itu juga dibantu dari pihak kepolisian. Sehingga ruang dia bersembunyi dari petugas semakin sempit," kata Kepala Lapas Kelas II B Muara Teweh Mochammad Yahya di Muara Teweh, Jumat.

Pihaknya berharap bantuan informasi dari warga Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, yang merupakan daerah asal dari napi anak tersebut dan juga umumnya masyarakat Barito Utara serta daerah lainnya.

Ia menjelaskan jika ada warga melihat atau mengetahui keberadaannya, untuk segera melaporkan ke pihak lapas, maupun kepolisian terdekat, agar segera dilakukan pengamanan.

Pihaknya juga mengimbau kepada Nughi Andayani, untuk segera menyerahkan diri ke Lapas Muara Teweh, atau pihak kepolisian terdekat, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita juga meminta ke pihak keluarganya untuk membantu dalam hal ini," ujarnya.

Tim pencari dan pengejar napi anak itu, dipimpin langsung Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Muara Teweh, Slamet Sugianto dan Kasimin Kamtib Jauhar Arifin.

Tim itu optimistis jika pelarian Nughi yang merupakan terpidana perkara pencurian, dengan masa hukuman 10 bulan penjara itu, masih berada di dalam kota Muara Teweh.

"Kita mendapat informasi dari seorang pengembala sapi di belakang RSUD Muara Teweh, jika napi itu, sempat bertanya jalan kepada dia, ke mana arah keluar jalan. Dari informasi tersebut kami tidak lagi di sekitar lokasi pelariannya," katanya. 


Editor: Ronny

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga