Selasa, 17 Oktober 2017

Legislator Lamandau Minta Pemerintah Bantu Petani Membuka Lahan

id dprd lamandau, Effrata, lahan pertanian
Legislator Lamandau Minta Pemerintah Bantu Petani Membuka Lahan
Anggota DPRD Lamandau, Effrata. (Foto Antara Kalteng/Fuad Siddiq)
Nanga Bulik (Antara Kalteng) - Legislator Kabupaten Lamandau, Effrata meminta pemerintah Provinsi dan Kabupaten setempat memfasilitasi serta membantu petani membukakan lahan agar tidak menggunakan pola membakar.

"Sekarang ini daya beli masyarakat khususnya Petani di Kabupaten Lamandau menurun sehingga perlu ada upaya untuk membantu agar tetap bercocok tanam tanpa harus membakar lahan untuk membukanya," kata Effrata di Nanga Bulik, Jumat.

Dia menilai pertumbuhan penduduk dan melemahnya ekonomi global maupun khusus di wilayah Kabupaten Lamandau menjadi faktor penyebab kecenderungan masyarakat untuk mencari jalan pintas dalam mengelola lahan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lamandau ini menambahkan, masih sangat rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan untuk keselarasan ekosistem, harus menjadi pendorong bagi Pemkab Lamandau melalui agar dapat melindungi dan menjamin kelangsungan hidup petani secara parsial atau bertahap.

Di mana langkah tersebut harus dilakukan secara integral dan berkesinambungan dengan mempertimbangkan faktor masalah dalam masyarakat pada lemahnya tingkat ekonomi atau daya beli, hingga mahalnya harga kebutuhan barang pokok serta tingginya biaya dalam pengelolaan lahan.

"Masyarakat, khususnya petani jangan dibiarkan berjalan sendiri. Pemkab perlu melakukan pendampingan dan membantu agar kehidupan mereka semakin membaik," kata Effrata.

Politisi Partai Nasdem ini menyebut hutan atau lahan yang terjadi disebabkan oleh pemilik tidak mengawasi lahan tersebut, sehingga kebakaran menjalar kemana-mana. Dan diyakini bahwa petani tidak mampu membuka lahan dengan cara yang benar. Karena tidak memiliki peralatan dan biaya pembukaan lahan.

"Saya berharap, Pemkab Lamandau dalam hal ini melalui SKPD terkait agar dapat memfasilitasi petani membuka lahan tanpa membakar, misalnya dengan memberikan kepada petani alat berat berupa hand taktor yang diswakelolakan oleh kelompok tani dan dibiayai oleh dinas pertanian setempat, " demikian Effrata.

Editor: Admin Kalteng

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga